Minggu, 22 Februari 2015

Museum R.A Kartini

Museum Kartini adalah museum yang terletak di kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Museum ini didirikan pada 30 Maret 1975 pada masa pemerintahan Bupati Soemarno Djojomardowo sementara peresmiannya dilakukan pada 21 April 1977 oleh Bupati Soekdito. Museum ini terdiri dari 3 buah gedung yang dibangun di atas area seluas 5.210 m2 yang apabila dilihat dari atas gedung - gedung tersebut berbentuk huruf K,T, dan N yang merupakan singkatan dari KARTINI.
 Pada saat itu tarif yang dikenakan ialah sekitar Rp 2500 per orang untuk masuk dan berkeliling museum.


Museum ini menyiman benda - benda peninggalan R.A. Kartini dan kakaknya, Sosro Kartono serta benda - benda kuno yang ditemukan di wilayah Kabupaten Jepara. Penyajian ruang koleksi dibagi menjadi empat ruang:
  • Ruang pertama yang merupakan badan gedung K digunakan untuk koleksi peninggalan R.A. Kartini yang berupa benda - benda serta foto semasa hidupnya.
  • Ruang kedua yang merupakan bagian dari kaki gedung K berisi peninggalan Sosro Kartono
  • Ruang ketiga digunakan untuk penyajian benda - benda bersejarah dan purbakala yang ditemukan di wilayah Jepara serta hasil kerajinan Jepara yang terkenal seperti Tenun ikat Troso, anyaman bambu dan rotan.
  • Ruang keempat merupakan gedung T yang berisi tulang ikan raksasa bernama Ikan Joko Tua Jenisnya adalah Paus Gajah, yaitu ikan Paus yang punya belalai yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimunjawa
 


 



Pulau Panjang

Pulau Panjang adalah pulau yang terdapat di Jepara, Jawa Tengah. Pulau dengan luas 19 hektare ini berjarak 1,5 mil laut dari Pantai Kartini, Jepara.
 Pulau ini memiliki pasir putih dengan dikelilingi laut dangkal berair jernih serta memiliki terumbu karang. Bagian tengah pulau ini terdapat hutan tropis dengan pohon yang tinggi menjulang serta diselingi perdu dan semak sebagai tempat burung laut berkembang biak. Flora di pulau ini dominasi oleh pohon Kapuk randu, Asam jawa, Dadap, serta Pinus.

 Pulau Panjang ini terletak disekitar 2,5 Km sebalah barat pantai Kartini untuk sampai di Pulau Panjang anda cukup menggunakan kapal wisata dengan biaya Rp. 10.000 - Rp. 15.000,-/orang dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Untuk mengunjungi Pulau Panjang juga dapat dilakukan melalui dermaga di Pantai Bandengan.

 Selain keindahan alamnya Pulau ini juga memiliki pantai yang indah dengan hamparan pasir putih yang halus dan cantik. Udara pagi yang segar dan sejuk serta pemandangan yang begitu mempesona sehingga sayang untuk kita lewatkan. Pantai dengan gelombang yang kecil dan dikelilingi laut dangkal  sehingga aman untuk anda yang ingin berenang atau diving. Selain itu anda juga bisa menikmati keindahan alam dengan berjalan – jalan dibir pantai. Pantai ini airnya begitu jernih dan terdapat banyak terumbu karang yang begitu indah dan dapat menarik para wisatawan yang ingin bersnorkeling atau diving.





Guci Indah

Guci Indah adalah Objek wisata yang berada di Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Memiliki luas 210 Ha, terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter. Dari Kota Slawi berjarak ± 30 km, sedangkan dari Kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan.
Air yang mengalir dari pancuran-pancuran di obyek wisata ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit seperti rematik, koreng serta penyakit kulit lainnya, khususnya Pemandian Pancuran 13 yang memang memiliki pancuran berjumlah tiga belas buah.
Ada sekitar 10 air terjun yang terdapat di daerah Guci. Di bagian atas pemandian umum pancuran 13, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor.
 Fasilitas yang tersedia antara lain penginapan (kelas melati sampai berbintang), wisata hutan (wana wisata), kolam renang air panas, lapangan tennis, lapangan sepak bola, dan bumi perkemahan.




 

 


Candi Mendut

Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya sekitar 3 km dari Candi Barabudhur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan.

 Candi ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Seluruh bangunan candi Mendut diketemukan, kecuali bagian atapnya. Pada tahun 1897-1904
Candi Mendut memiliki denah dasar berbentuk segi empat. Tinggi bangunan seluruhnya 26,40 m. Tubuh candi Buddha ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Di permukaan batur terdapat selasar yang cukup lebar dan dilengkapi dengan langkan. Dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah.

Tangga menuju selasar terletak di sisi barat, tepat di depan pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi. Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi dilengkapi dengan bilik penampil yang menjorok keluar. Atap bilik penampil sama tinggi dan menyatu dengan atap tubuh candi. Tidak terdapat gapura atau bingkai pintu pada dinding depan bilik penampil. Bilik itu sendiri berbentuk lorong dengan langit-langit berbentuk rongga memanjang dengan penampang segi tiga.

 Dinding pipi tangga dihiasi dengan beberapa panil berpahat yang menggambarkan berbagai cerita yang mengandung ajaran Buddha. Pangkal pipi tangga dihiasi dengan sepasang kepala naga yang mulutnya sedang menganga lebar, sementara di dalam mulutnya terdapat seekor binatang yang mirip singa. Di bawah kepala naga terdapat panil begambar makhluk kerdil mirip Gana.
Atap candi itu terdiri dari tiga kubus yang disusun makin ke atas makin kecil, mirip atap candi-candi di Komplek Candi Dieng dan Gedongsanga. Di sekeliling kubus-kubus tersebut dihiasi dengan 48 stupa kecil. Puncak atap sudah tidak tersisa sehingga tidak diketahui lagi bentuk aslinya.










  


Pantai Kartini

Pantai Kartini adalah obyek wisata pantai di Bulu, Jepara, Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang.

Wahana

Kura Kura Ocean Park
 Mainan Anak-anak
Spoor Mini
Perahu ke Pulau Panjang
 Kebun binatang (Elang Laut Dada Putih, Kijang, Kera)
 Makam Encik Lanang
 Tulisan "PANTAI KARTINI" Raksasa
 Panggung Hiburan
 Pesawat Terbang TNI AU
 Kolam Kecek

Fasilitas

Taman Bermain Anak
Kolam Renang
Pantai Berpasir Putuh
Jangkar Dampo Awang
Anjungan
Panggung Hiburan
Perahu Wisata
Kios Cenderamata
Kolam Buaya
Permainan anak










Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi merupakan salah satu pantai di Pulau Bangka, Pantai ini menghadap langsung ke Laut Cina Selatan Memiliki garis pantai sepanjang 100 hingga 300 meter dengan ombak yang tenang, warna pasirnya yang putih dan padat. Kawasan Pantai Pasir Padi merupakan kawasan pariwisata yang potensial di Kota Pangkalpinang. Pengunjung dari luar daerah atau mancanegara.

Pantai Pasir Padi sering menjadi tempat penyelenggaraan berbagai macam kegiatan seperti olahraga race pantai (motorcross), pameran, kesenian dan hiburan (konser musik). Pantai ini menjadi tempat upacara ritual Peh Chun. Peh Chun merupakan salah satu upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa yang berada di kota Pangkalpinang dan daerah-daerah lainnya di Bangka Belitung .

Keunikan 

 Keindahan karang dan bebatuan di pinggir pantai.
 Memiliki pasang surut hingga 2 km sehingga wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan.
 Struktur pantainya yang landai, kontur pasir yang padat ini dikarenakan di bawah pasir pantai terdapat pasir  timah.
 Menghadap langsung Laut Cina Selatan.
 Pasir pantainya sangat halus dan putih bersih.




 



 

Taman Kura Kura Belawa

Obyek wisata ini memiliki daya tarik tersendiri karena dari kura-kura yang ada mempunyai ciri khusus di punggungnya, kura - kura ini mempunyai nama latin " Aquatic Tortose Ortilia norneensis."
Pengunjung objek wisata Kura-kura Belawa yang berada di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon tahun ini mengalami penurunan dibanding Lebaran tahun sebelumnya.
Belawa adalah merupakan kolam penampungan refresentatif bagi kura-kura sebagai hewan tergolong langka, dan Kura-kura  ini hanya ada di tempat-tempat tertentu di Desa Belawa berbeda dengan jenis kura-kura lain di Indonesia.
Nama Belawa berasal dari nama sebuah desa yaitu Desa Belawa di Kecamatan Lemah Abang yang berada pada posisi koordinat : 6 49' 52" S, 108 37' 13" E. Lokasinya yaitu pada arah  20- 25 km dari kota Sumber, Cirebon, Jawa Barat, ke arah timur. 
Keunikannya kura-kura tersebut adalah bentuk kulit tempurung yang cekung dan berwarna hitam polos, berat badan antara 50 – 100 kg dengan habitatnya di perairan tawar terutama di daerah pegunungan.
 
Kesehariannya kura-kura ini lebih menyukai hidup di air berlumpur, namun untuk perkembangbiakannya bertelur di darat, dan Hewan ini ditangkar di kolam penampungan cukup representatif pasca renovasi, terdiri dari  kolam tukik (untuk kura-kura yang masih kecil), kolam kura-kura dewasa, serta kolam khusus untuk pengembangbiakan, dan Di kolam ini sedikitnya terdapat 200 kura-kura bertempurung unik hidup dan berkembang biak.
 
Sedangkan untuk menjaga kelestarian kura-kura Belawa, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati No. 522.51 Tahun 1993 Tentang Flora dan Fauna Khas Cirebon dan Peraturan Daerah No. 13 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung yang didalamnya menetapkan Desa Belawa sebagai kawasan Suaka Margasatwa.